
KUNKER DIRJEN TANAMAN PANGAN DI MALANG, BAHAS PROGRAM STRATEGIS MENUJU SWASEMBADA PANGAN
Malang, 1 Februari 2025 - Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Yudi Sastro, SP, MP melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Malang. Daro BSIP Jawa Timur turut mendampingi kunjungan tersebut Ketua Tim Kerja Program dan Evaluasi, Dr. Gunawan, S.TP, M.Si dan Ketua Tim Kerja Diseminasi Standar Instrumen Pertanian, Rika Asnita, SP, M.Sc.
Kegiatan pertama berlangsung di Pendopo Kabupaten Malang, di mana rombongan disambut oleh Wakil Bupati Kabupaten Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH, MH. Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai kebijakan dan insentif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung swasembada pangan nasional. Beberapa langkah strategis yang disampaikan antara lain kebijakan Bulog yang akan menyerap gabah dengan harga Rp. 6.500 / kg, penyederhanaan aturan subsidi pupuk agar lebih mudah diakses, serta perbaikan saluran irigasi yang dilengkapi dengan bantuan unit pompa air. Selain itu, anggaran untuk irigasi perpompaan juga ditingkatkan guna memperluas cakupan lahan yang mendapatkan aliran air. Pemerintah juga memberikan bantuan benih bagi petani serta diskon pemasangan listrik untuk sawah sebagai langkah mendorong penggunaan listrik yang lebih efisien dibandingkan solar.
Pemerintah menekankan pentingnya optimalisasi lahan pertanian dengan memastikan tidak ada lahan bera dan seluruhnya dapat dimanfaatkan untuk tanaman pangan. Hal ini sejalan dengan amanah Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo, untuk mencapai swasembada pangan pada tahun 2025. Dalam mendukung program ini, sektor pertanian diharapkan dapat menjadi pemimpin dalam perekonomian nasional dan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, POLRI, PLN, serta organisasi masyarakat lainnya.
Setelah pertemuan di Pendopo Kabupaten Malang, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Lang-lang, Kecamatan Singosari. Di lokasi ini dilaksanakan peninjauan program irigasi perpompaan yang telah dibangun serta melakukan monitoring, evaluasi dan diskusi bersama petani setempat.